Workshop Restorasi Mangrove

IMG_3272Lembaga Natural Aceh bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP USM Melakukan Workshop bagi Ibu-ibu petani tiram Gampong Alue Naga selama 3 hari dengan tema restorasi mangrove sebagai upaya penyelamatan kawasan pesisir Kota Banda Aceh. Rektor Universitas Serambi Mekkah Dr. H. Abdul Gani Asyik, MA yang didampingi oleh Dekan FKIP USM Dr. Israwati M.Si dalam sambutannya mengatakan Prodi Pendidikan Biologi FKIP USM saat ini telah memiliki sumber daya yang bisa terlibat dalam banyak penelitian dan program bidang biologi termasuk untuk area pesisir, ekosistem dan konservasi. Sementara itu Manager Program Mangrove Natural Aceh, Ellena Yusti, M.Si  menyampaikan bahwa workshop ini akan berlangsung selama 3 hari penuh dan diikuti oleh 78 orang petani tiram Alue Naga dan 43 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh yang mempunyai ketertarikan dan komunitas yang berhubungan dengan mangrove, pesisir, lingkungan dan komunitas marginal serta para Dosen FKIP Biologi USM.

IMG_5683Para pemateri sendiri adalah ahli-ahli yang selama ini berkecimpung dalam kegiatan dan program mangrove di Aceh yaitu: Zakiah, S.Hut, MP (Dosen STIK Pante Kulu), Dede Suhendra (Project Leader WWF Indonesia Northern Sumatra Program), Dr. Evi Apriana, M.Pd (Dosen FKIP Biologi USM), Muhammad (Aktivis/Tokoh Peduli Mangrove), dan Azhar(Aktivis/Tokoh Peduli Mangrove),. Pada pembukaan kegiatan ini juga dilakukan penyerahan Mangrove Corner dari Natural Aceh kepada Prodi Pendidikan Biologi USM sebagai pusat diseminasi dan riset Mangrove di Aceh. Antusiasme petani tiram dalam workshop ini sangatlah tinggi, dalam setiap diskusi para ibu-ibu terlihat semangat menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait dengan mangrove.

IMG_5678Mereka menyadari keberadaan mangrove ini sangat penting dan berharap pemerintah atau organisasi memberikan pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan mangrove serta penanaman yang lebih banyak. Workshop ini sendiri beranjak dari hasil riset Natural Aceh sebelumnya yang merekomendasikan perbaikan ekosistem pesisir dengan melakukan penanaman kembali mangrove dengan tujuan untuk mengurangi dampak bencana di Gampong Alue Naga sehingga keberadaan mangrove akan memberikan manfaat besar bagi petani tiram, karena bibit tiram akan menempel pada batang-batang mangrove atau substrat lainnya yang berada di sekitar ekosistem mangrove. Masyarakat sekitar sangat penting dilibatkan  karena keberadaan dan manfaat mangrove berdampak langsung terhadap kehidupan mereka.

IMG_5719Workshop ini berhasil menciptakan beberapa rekomendasi dan rencana aksi yang akan segera diimplemantasikan oleh para peserta yaitu ibu pencari tiram dan para mahasiswa/aktivis lingkungan. Selain mengedukasi dan menginisiasi para ibu-ibu pencari tiram, panitia juga melakukan hal yang serupa terhadap para anak-anak peserta dalam kegiatan yang berbeda. Tercatat 43 orang anak dari berbagai usia mengikuti kegiatan pararel di ruangan yang berbeda dalam bentuk cerita tentang kawasan pesisir dan mangrove dalam bentuk fabel, serta aktifitas dan mewarnai mangrove dan ekosistem pesisir. Ketua Panitia Workshop Rivan Rinaldi, S.Pd  juga menginformasikan bahwa workshop ini akan ditutup dengan penanaman seribu bibit mangrove di gampong Alue Naga pada tanggal 10 Juni 2017 pukul 14:00 WIB.