Sinergisitas Koordinasi Pegiat Bencana Banda Aceh

IMG_20170508_100711Sebanyak 30 peserta mewakili berbagai lembaga dan organisasi mengikuti workshop sinergisitas komunikasi narasumber dan citizen jurnalism Info Tanggap Bencana Pro 1 RRI Banda Aceh dan Rapat koordinasi I Relawan Kemanusiaan/Tanggap Bencana di Aula RRI Kota Banda Aceh.

Kemajuan teknologi informasi secara pasti memberikan andil yang sangat besar dalam pembangunan masyarakat pada masa sekarang ini. Didukung kemajuan teknologi, terutama internet, media massa telah membentuk ruang publik yang sangat luas. Partisipasi warga menjadi terbuka lebar dengan kondisi ini.

IMG-20170513-WA0046Di Aceh Sendiri, jurnalisme warga juga bisa dibilang sudah mulai berkembang dan kegunaannya dirasakan saat adanya peristiwa-peristiwa besar seperti serangan teroris dan bencana alam. Citizen journalism juga dikaitkan dengan hyperlocalism karena komitmennya yang sangat luarbiasa pada isu-isu lokal, yang “kecil-kecil” (untuk ukuran media mainstream), sehingga luput dari liputan media mainstream. Citizen journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik. Pemberitaan citizen journalism lebih mendalam dengan proses yang tak terikat waktu, seperti halnya deadline di mainsteram media.

 
IMG_20170508_100703Pada workshop yang diinisiasi oleh T Haris Fadillah, Kepala Satker Pemberitaan RRI Banda Aceh tersebut mengurai hal-hal yang bisa dilakukan oleh para relawan Kemanusiaan/Tanggap Bencana sebagai narasumber ataupun langsung melaporkan dalam bentuk citizen jurnalism. Para peserta workshop yang berasal dari berbagai institusi/organisasi pegiat Bencana Kota Banda Aceh tersebut membentuk WAG (WhatsApp Group) sebagai koordinasi dan komunikasi dalam penyebaran informasi terkait kebencanaan yang dikelola oleh admin dari Forum Pengurangan Resiko Bencana Banda Aceh.

 

IMG-20170513-WA0052Natural Aceh sebagai salah satu lembaga filantropi yang juga bergerak di bidang PRB berharap konsolidasi dengan teman-teman pada workshop ini;  BPBD Kota Banda Aceh, Yayasan Khadam Indonesia, ACT, PMI, Dompet Dhuafa, RAPI, RRI, dan ADI ini bisa terus mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu  mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan.