Kongres II FPRB Aceh

Natural Aceh bersama 131 lembaga/organisasi/STOK di seluruh Aceh mengikuti Kongres Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Aceh yang ke II di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. Kegiatan ini diinisiasi oleh IOM DRR Aceh untuk mengumpulkan para pegiat PRB di daerah dalam membentuk dan mengorganisassikan serta membangun kerjasama multi pihak melalui forum PRB Aceh.

ForuIMG-20170516-WA0042m PRB Aceh ini akan mewadahi para pihak yang berkepentingan dalam melakukan advokasi pengurangan risiko bencana termasuk di dalamnya adaptasi perubahan iklmi di semua tingkatan, karena pada kenyataaanya kedua hal tersebut saling bersinggungan. Forum para pihak ini memberi ruang untuk berkoordinasi, melakukan analisis secara bersama-sama dan memberikan saran atau rekomendasi mengenai prioritas wilayah yang membutuhkan upaya pencegahan bersama.

Landasan hukum yang menjadi acuan dalam mendorong pembentukan forum PRB ini adalah: UU No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, Peraturan Pemerintah No 21 tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana dan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No 4 tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana.

IMG-20170521-WA0019Ketua Panitia Acara M. Hasan Dibangka sekaligus Ketua Forum PRB Banda Aceh berharap seluruh peserta kongres dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sehingga pembahasan dan pengkoordinasian para pemangku kepentingan di Aceh terhadap persoalan-persoalan pengurangan risiko bencana dari berbagai sudut pandang dapat menghasilkan saran atas kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan oleh para penyelenggara pengurangan risiko bencana.

Setelah diskusi menguatkan sinergisitas pengurangan risiko bencana pada sesi pagi, kegiatan langsung dilanjutkan dengan sidang-sidang kongres.  Pada sidang pleno pertama, peserta kongres setuju bahwa statuta akan diperbaiki oleh pokja yang dibentuk pengurus terpilih periode 2017-2020.

Pada sidang pleno selanjutnya, para peserta kongres menetapkan kriteria calon ketua FPRB dengan syarat: mempunya jaringan seluruh aceh, nonpartisan, diusul oleh minimal 2 lembaga, telah bergerak selama 3-4 tahun diisu kebencanaan, berjiwa relawan, menyampaikan visi misi selama menjabat dan bersedia dicalonkan.

IMG_20170524_155205Selanjutnya para peserta kongres dipecah menjadi 5 kelompok. Natural Aceh sebagai lembaga riset bergabung dengan kelompok akademisi dan lembaga riset yaitu: Lembaga Natural Aceh, Aceh Disaster Institute, Konsorsium Pendidikan Bencana, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Syiah Kuala, UIN Ar Raniry, Universitas Muhammadiyah dan TDMRC. Selain itu 4 kelompok lagi terdiri dari utusan PRB Kab/Kota se Aceh, SKPA dan STOK di lingkungan Pemerintah, Kelompok Organisasi Masyarakat dan LSM, dan yang terakhir adalah kelompok Dunia Usaha Dunia Industri.

Dari 5 kelompok tersebut terjaring 4 bakal calon ketua FPRB Aceh 2017-2020 yaitu: Nasir Nurdin dengan visi terintegrasinya penanggulangan bencana di aceh, Dr. Taqwaddin  yang akan mewujudukan  masyarakat aceh yang tangguh bencana, mengakomidir seluruh peserta kongres serta  menarik caleg untuk jadi pengurus FPRB, sedangkan Dr. Muslem Daod (Akademisi) dan TM Zulfikar (LSM) mengundurkan diri dari bakal calon ketua.

Setelah jeda Ashar, Nasir Nurdin yang juga menjabat ketua RAPI Aceh terpilih secara musyawarah sebagai Ketua FPRB Aceh dan Dr. Taqwaddin dari utusan (MDMC) sebagai dewan pembina  untuk periode 2017-2020.

IMG_20170524_153208Sebagai anggota kongres, Natural Aceh berharap kepengurusan FPRB Aceh jilid II ini akan dapat memnfasilitasi berbagai informasi, pertukaran pengetahuan dan transfer teknologi di antara anggota, meningkatkan akses dan keterkaitan pelaku PRB dengan pihak terkait serta mendukung identifikasi kebutuhan mendesak di bidang PRB (sumber daya, aksi, pemantauan, peninjauan, konsultasi dan konsensus) di tingkat Aceh.

Salam tangguh untuk Pengurus FPRB Aceh !!

 

 

Struktur Kepengurusan FPRB Aceh 2017-2022

Dewan Pembina (Unsur Pemerintah Aceh/Forkopimda), Dewan Pakar, dan Dewan Pengurus.

Dewan Pakar sebanyak 12 orang diketuai Dr Taqwaddin SH MS (MDMC Aceh) dengan anggota masing-masing Dr. Ir. Syahrul, M.Sc. (YLI), Dr. Ir. M. Dirhamsyah, MT (TDMRC), Drs Lukfandi, MM (BPBA), Dr. Nazli Ismail, M.Sc (Prodi S-2 MIK Unsyiah), Dr. Ir. T. Alvisyahrin, M.Sc (TDMRC), Ir. Faizal Adriansyah, M.Si (IAGI), Ir. T.Alaidinsyah, MM (PMI Aceh), TAF Haikal (Forum LSM Aceh), Cut Faisal Syahputra, SH (YLMI), T. Feriansyah, SE (RAPI), dan Risma Sunarty, M.Si (UP BPBA).

Dewan Pengurus: Nasir Nurdin (RAPI) sebagai Ketua didampingi Wakil Ketua I Ir. T. M. Zulfikar, M.P. (YEL-Aceh), Wakil Ketu II Dr. Muslem Daud, M.Ed (PSLK USM), Wakil Ketua III dr. Aslinar, Sp.A (PW Aisyiah), dan Wakil Ketua IV Yarmen Dinamika (PWI Aceh/Hr. Serambi Indonesia).

Sekretaris M. Hasan Di Bangka, S.Si. (Aceh Vision), Wakil Sekretaris I Fahmi Rizal (L-eReM), Wakil Seketaris II Drs. Mukhlis Hamid, M.Pd (FKIP Unsyiah), Wakil Sekretaris III Riza Iskandar (IOF Aceh), dan Wakil Sekretaris IV
Fachmi Ibrahim, SH (Lingka).

Bendahara Rahmat Thalib, S.T, M.Si. (Aceh Centre) dibantu Wakil Bendahara Rusmadi (Forum JP Kemanusiaan).

Kepengurusan dilengkapi delapan bidang, masing-masing bidang diisi 8 sampai 12 personel dengan seorang koordinator bidang.

Bidang I; Kebijakan  dan Manajemen  Pengurangan Risisko Bencana (Koordinator Kurniawan, SH, LLM/P3KA)

Bidang II; Advokasi dan Peningkatan Kesadaran Publik
(Koordinator: Zulfikar Muhammad/Koalisi NGO HAM)

Bidang III; Pengembangan Pendidikan dan Teknologi  Kebencanaan (Koordinator: Faisal Ilyas/Khadam Nanggroe)

Bidang IV; Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kebencanaan (Koordinator: Aidil Syahputra/YPPYSTT)

Bidang V; Kerja Sama Antarlembaga dan Kemitraan (Koordinator: Safwan Nurdin, MSI/IPSM Aceh)

Bidang VI; Pengarusutamaan Gender dalam Kebencanaan (Koordinator: Fatimah Syam, Msi/Balai  Syura  Ureung Inong Aceh)

Bidang VII; Penyebaran Informasi dan Kampanye (Koordinator: Iranda Novandi/PWI, Hr. Analisa)

Bidang VIII;  Pendataan, Monitoring dan Evaluasi (Koordinator: M. Dedy Jumady/Honda).